Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Tampilkan postingan dengan label Bentuk-Bentuk Permukaan Bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentuk-Bentuk Permukaan Bumi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2011

Dampak Positif dan Negatif Tenaga Endogen dan Eksogen

Kegiatan pembentukan muka bumi karena tenaga endogen memiliki dampak positif berikut ini:

  1. Sebuah gunung yang meletus akan mengeluarkan magma yang menjadi lava. Lava ini bila membeku selama  beberapa tahun akan menjadi lahan pertanian yang subur.
  2. Gejala diatropisme seperti patahan dapat menghasilkan bentuk muka bumi yang unik dan indah, sehingga dapat dijadikan objek wisata, contohnya Ngarai Sihanok di Sumatera Barat.
  3. Magma yang dikeluarkan oleh gunung berapi memuntahkan bahan tambang dan bahan mineral yang terdapat di dalam bumi, akibatnya wilayah sekitar gunung berapi menghasilkan berbagai jenis bahan tambang dan batuan yang bernilai ekonomis.

Sedangkan pembentukan muka bumi karena tenaga eksogen memiliki dampak positif berikut ini:

Jenis Batuan

Semua bahan yang membentuk lapisan kulit bumi disebut batuan. Berdasarkan proses pembentukkannya jenis batuan terdiri dari batuan beku, batuan endapan (sediment), batuan malihan (metamorf).

1.    Batuan Beku
       Batuan beku terbentuk dari magma yang membeku. Batuan ini terjadi Ketika magma naik ke permukaan bumi temperatur dan tekanannya Semakin berkurang, sehingga benda yang cair dan liat berubah menjadi Padat berbentuk kristal.

2.    Batuan Endapan ( Sedimen)
       Batuan sedimen adalah jenis batuan yang terjadi karena proses pengendapan (sedimentasi). Batuan sedimen terutama berasal dari batuan beku yang lapuk karena faktor-faktor penyinaran matahari, hujan, pendinginan, aliran air, pukulan gelombang , hewa, tumbuhan dan manusia.

3.    Batuan Malihan (Metamorf)
       Batuan metamorf adalah jenis batuan yang berasal dari batuan beku dan dan batuan sedimen. Karena pengaruh tenaga alam, yaitu suhu dan tekanan udara, dalam jangka waktu tertentu sifat batuan-batuan tersebut berubah. Perubahan sifat batu-batuan tersebut dikarenakan terjadinya diagenesa dan metamorfosis.   

      Diagenesa adalah perubahan sifat batuan karena suhu dan tekanan yang tidak tinggi. Sedangkan Metamorfosis adalah sifat perubahan wujud sehingga bentuk dan susunan yang semula tidak nampak.

Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya...

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi akibat adanya tenaga atau kekuatan dari dalam bumi. Gempa bumi berhubungan dengan adanya gerakan getaran yang merambat di dalam bumi. Kadang-kadang getaran kulit bumi sangat kuat sehingga menimbulkan berbagai kerusakan.

Faktor-faktor yang dapat maenyebabkan terjadinya gempa bumi adalah:

1.    Kegiatan gunung berapi
       Tersumbatnya aliran magma ke luar dari dapur magma melalui lubang kepundan dapat menimbulkan letusan gunung berapi yang mengakibatkan getaran yang sangat kuat. Gempa yang disebabkan oleh kegiatan gunung api disebut gempa vulkanik.

2.    Pergeseran letak lapisan kulit bumi.
       Aktivitas kerak bumi berhubungan dengan tektonisme. Pergeseran ini Akan menimbulkan guncangan yang sangat dasyat dan sering Menimbulkan malapetaka besar. Gempa yang disebabkan karena pergeseran kulit bumi dinamakan gempa tektonik.

3.    Runtuhan tanah
       Tanah yang mengalami runtuhan karena terdapat gua atau rongga di dalamnya dapat menimbulkan   getaran yang sangat kuat atau gempa. Gempa yang yang disebabkan oleh runtuhan tanah disebut gempa bumi Runtuhan atau gempa terban.

Akibat Gempa Bumi :

1. Tanah longsor, terjadinya lubang-lubang besar pada tanah
2. Rusaknya Bangunan
3. Terdapat retakan-retakan tanah                        
4. Banyak menelan korban jiwa yang cukup besar    

 Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya...

Sedimentasi

 Sedimentasi adalah proses terkumpulnya bahan-bahan yang diangkut oleh air , angin, dan glestser/ es pada suatu tempat untuk sementara waktu atau dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan tenaga pengangkutnya, sedimentasi terdiri dari :

1.    Sedimentasi Aquatis, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air
2.    Sedimentasi Aeris, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh angin
3.    Sedimentasi Marine, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh air laut
4.    Sedimentasi Glasial, yaitu sedimentasi yang diangkut oleh gletser/es

Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya...

Vulkanisme dan Sebaran Gunung Api

Vulkanisme adalah peristiwa keluarnya magma ke luar tubuh bumi.

Magma adalah cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah, bersifat mudah bergerak, bersuhu antara 900º C – 1.100º C, dan berasal atau terbentuk pada kerak bumi bagian bawah hingga selubung bagian atas.

Berdasarkan bentuknya gunung berapi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu kerucut (Strato), corong (Maar), tameng (perisai)

Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya...

Gejala Diatropisme, Vulkanisme dan sebaran Gunung Api

Bentuk muka bumi dipengaruhi oleh gerakan-gerakan kerak bumi berupa pelengkungan, patahan, pelipatan dan retakan. Akibat gerakan-gerakan tersebut, maka terjadi perubahan bentuk yang menghasilkan pola baru yang disebut struktur diastropik. Proses perubahan bentuk muka bumi yang yang menghasilkan bentukan baru melalui gejala pelekungan, pelipatan, patahan dan retakan disebut diatropisme.

1. Pelengkungan (wrapring)

Pelengkungan terjadi apabila lapisan kulit bumi yang semula mendatar mendapat tekanan vertikal tidak merata. Pelengkungan dapat mengarah ke atas, membentuk kubah (dome) atau mengarah ke bawah membentuk cekungan (basin).

2. Lipatan

Struktur lipatan terbentuk apabila lapisan kulit bumi mengalami tekanan lemah, tekanan ini dapat dinetralisir oleh sifat plastis batuan dan berlangsung dalam waktu yang lama. Akibat tekanan tersebut lapisan yang semula mendatar (horizontal) akan terlipat-lipat. Bentuk lipatan antara lain: lipatan tegak, lipatan miring, lipatan simetris dan lipatan rebah.

3. Patahan


Struktur patahan terbentuk apabila tekanan cukup kuat sehingga tidak dapat dinetralisir oleh sifat elastis batuan. Berdasarkan arah gerak blok batuan di sepanjang bidang patahan dikenal tipr-tipe patahan, yaitu :

  • Normal Fault
Patahan yang arah gerak blok batuannya mengikuti arah gaya berat yaitu ke bawah sepanjang bidang patahan.
  • Reverse Fault atau Thurst Fault
Patahan yang arah gerak batuannya berlawanan dengan gerak normal fault, yaitu mengarah ke atas.
  • Strike-Slip Fault atau Transcurrent Fault
Patahan yang gerak blok batuannya mendatar sepanjang bidang patahan.
  • Obligue- Slip Fault
Patahan yang arah gerak blok batuannya saling menjauhi dalam arah mendatar atau arah lain sehingga membentuk jurang yang lebar
  • Rotational Fault
Patahan yang arah gerak blok batuannya memutar pada bidang patahan. Bentukan akibat patahan ini adalah :
Graben adalah lapisan tanah yang lebih rendah dari tanah di sekitarnya karena terjadi patahan.
Horst adalah lapisan tanah yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya karena terjadi patahan.

6. Retakan ( jointing )

Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya... 

Tenaga Penyebab Bentuk Permukaan Bumi Bermacam-macam

Coba kamu perhatikan bentuk muka bumi melalui gambar atau melihatnya langsung di alam. Ternyata bentuk muka bumi sangat beragam, ada gunung, pegunungan, lembah, daerah perbukitan, dataran tinggi, dataran rendah, dan lainnya. Keragaman bentuk muka ini disebabkan oleh tenaga pembentuk muka bumi atau tenaga geologi yang terdiri dari :

1. Tenaga Endogen
Yaitu tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam tubuh bumi. Tenaga endogen terdiri dari Tektonisme, Vulkanisme dan Gempa Bumi

2. Tenaga Eksogen
Yaitu tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari luar tubuh bumi. Tenaga eksogen terdiri dari Pelapukan,Pengikisan,(erosi) dan sedimentasi.

Semoga bermanfaat bagi para pengunjung terutama para pelajar... nantikan postingan selanjutnya...

Making Money With Article